Advertise Here

Politik

Nasional

Lipus

Daerah

Bandar Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026

Sambut HUT RI ke-81, BLBNEWSTV.ID Gelar Lomba Tari dan Permainan Rakyat di Wisata WPT Sukajadi: Meriahkan Kemerdekaan Sambil Lestarikan Budaya

    Agustus 11, 2026   No comments


KALIANDA – Semarak peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa kian nyata di kawasan Wisata Way Pekon Tengah (WPT), Dusun Sukajadi, Desa Margacatur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Media www.blbnewstv.id menggelar serangkaian perlombaan yang dibuka secara meriah dengan lomba tari untuk anak-anak, berlangsung penuh kegembiraan, Minggu (11/8/2026).


Dipimpin langsung oleh Pimpinan BLBNEWSTV.ID, Yoni, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang kreativitas generasi muda, melainkan wujud syukur atas kemerdekaan sekaligus dukungan terhadap potensi wisata lokal yang asri di tengah hamparan persawahan.

Dalam sambutannya, Yoni menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk kembali meneguhkan komitmen bersama.

"Menjelang Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini, kami bertekad tetap menyuarakan kebenaran, menjaga integritas, serta melayani masyarakat melalui jurnalistik yang bertanggung jawab. Lewat kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin merawat semangat persatuan, melestarikan budaya bangsa, sekaligus mengajak masyarakat mencintai potensi wisata yang ada di lingkungan sendiri," ujar Yoni di hadapan peserta, orang tua, dan warga yang hadir.

Selain lomba tari yang memukau dengan gerakan luwes dan kostum berwarna-warni dari para peserta cilik, kemeriahan acara semakin lengkap dengan digelarnya lomba makan kerupuk dan lomba masuk paku dalam botol yang diikuti berbagai kalangan. Suasana terasa begitu hidup, penuh tawa dan sorak-sorai penonton yang antusias menyemangati para peserta.

Penyelenggaraan seluruh rangkaian perlombaan ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan, guna memastikan seluruh warga dapat berpartisipasi dan menikmati kemeriahan perayaan kemerdekaan.

Keistimewaan acara ini terletak pada lokasinya yang langsung menyatu dengan alam Wisata WPT, membuat peserta maupun pengunjung seolah berwisata sekaligus menikmati keseruan perlombaan. Warga yang hadir pun tampak sangat antusias, saling berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana tumbuh kembang bakat anak, melestarikan permainan tradisional, serta mengenalkan lebih luas daya tarik Wisata Way Pekon Tengah sebagai destinasi keluarga yang asri dan menyenangkan.(Red)

Siapkan APBD 2027, Lima Prioritas Pembangunan Jadi Fokus Utama Pemkab Pesisir Barat

    Agustus 11, 2026   No comments


PESISIR BARAT - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Senin (10/08/2026).

Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat tersebut dihadiri Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Wakil Bupati Irawan Topani, S.H., M.Kn., pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, insan pers serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan bahwa penyampaian KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 merupakan bagian penting dari tahapan penyusunan APBD sebagai rencana keuangan tahunan daerah.

“Melalui rapat paripurna ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan Nota Pengantar KUA serta PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 sebagai bahan pembahasan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD,” ujar Bupati.

Menurutnya, penyusunan KUA dan PPAS berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta menggunakan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019.

Bupati menjelaskan, dokumen KUA memuat gambaran kondisi ekonomi makro daerah, asumsi yang digunakan dalam penyusunan APBD, kebijakan pendapatan, kebijakan belanja, kebijakan pembiayaan serta strategi pencapaian target pembangunan daerah.

Sementara itu, dokumen PPAS disusun dengan memperhatikan skala prioritas pembangunan daerah, prioritas program, kegiatan dan subkegiatan masing-masing urusan pemerintahan yang diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Bupati menegaskan bahwa penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 diarahkan untuk mendukung pencapaian visi pembangunan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2025-2029, yaitu “Terwujudnya Pesisir Barat yang Sejahtera, Maju, Madani, dan Religius sebagai Destinasi Wisata Terdepan.”

Adapun tema pembangunan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2027 adalah “Sinergi Pembangunan Infrastruktur, Ekonomi, SDM, Kehidupan Masyarakat dan Tata Kelola serta Pelayanan Publik.”

Tema tersebut menjadi landasan dalam memperkuat sinergi pembangunan antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat.

Bupati kemudian menyampaikan lima prioritas pembangunan daerah Tahun 2027, yakni:

1. Pembangunan sumber daya manusia, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan;
2. Penyediaan infrastruktur dasar secara penuh, terutama air bersih dan sanitasi yang baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan;
3. Penguatan konektivitas antarwilayah;
4. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui ketersediaan lapangan kerja yang layak; dan
5. Penguatan institusi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Selain itu, pemerintah daerah menetapkan sejumlah target makro pembangunan Tahun 2027, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 4,75–5,45 persen, PDRB per kapita sebesar Rp39,00–41,69 juta, tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,60–2,70 persen, tingkat kemiskinan sebesar 11,00–11,69 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 72,30–72,78, serta rasio Gini sebesar 0,250–0,247.

Bupati mengatakan, pencapaian target tersebut akan dilakukan melalui pendekatan penganggaran berbasis kinerja oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam Nota Pengantar KUA dan PPAS tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan struktur anggaran yang meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Jumat, 07 Agustus 2026

Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Korban Musibah Kebakaran di Tiga Pekon

    Agustus 07, 2026   No comments


PESISIR BARAT –Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Pekon Penggawa Lima Ilir dan Pekon Pajar Bulan, Kecamatan Way Krui, serta Pekon Way Jambu, Kecamatan Pesisir Selatan, Jumat (7/08/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Bantuan yang disalurkan berupa dana sosial, bantuan dana perumahan, serta bufferstock kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban selama masa tanggap darurat sekaligus meringankan beban yang mereka hadapi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dedi Irawan menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam kepada seluruh warga yang terdampak kebakaran. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara nyata, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi cobaan.

“Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami para korban, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban serta menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat akan terus berupaya memberikan perhatian dan pendampingan hingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujar Bupati.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi listrik, penggunaan kompor, serta berbagai sumber api lainnya yang dapat memicu kebakaran di lingkungan rumah.

Bupati juga meminta perangkat daerah terkait untuk terus memperkuat koordinasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati Dedi Irawan turut didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat, Herdi Wilismar, S.H., M.M., Kepala Dinas Sosial, pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Irhamuddin, S.K.M., M.M, Camat Way Krui Afriyansyah, S.Kom., M.M., Camat Pesisir Selatan Mirza Sahri, S.Pd.SD., serta Peratin Pekon Penggawa Lima Ilir dan Peratin Pekon Way Jambu.

Melalui penyaluran bantuan ini, Pemkab Pesisir Barat kembali menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mempercepat proses pemulihan, sehingga para korban dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.(aliyubsir)

Diarak di Atas Bade 24 Meter, Bupati Radityo Egi Bawa Mimpi Besar Balinuraga Jadi 'Penglipuran' Kedua pada 2027

    Agustus 07, 2026   No comments


Way Panji- Desa Balinuraga kembali menorehkan sejarah dalam pelaksanaan Ngaben Massal Terbesar di Indonesia, Jumat (7/8/2026). Di tengah ribuan masyarakat yang memadati jalannya prosesi sakral, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendapat kehormatan langka diarak di atas bade setinggi sekitar 24 meter sebagai simbol penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah.

Momen yang baru pertama kali terjadi itu bukan sekadar menjadi bagian dari prosesi budaya, tetapi juga menandai eratnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan masyarakat adat yang selama ini konsisten menjaga tradisi warisan leluhur.

Dari penghormatan tersebut lahir sebuah komitmen besar, menjadikan Balinuraga sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 2027 dengan konsep yang terinspirasi dari Desa Penglipuran di Bali.

Di hadapan masyarakat, Bupati Egi menyampaikan optimisme bahwa Balinuraga memiliki seluruh potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan, selama masyarakat tetap menjaga kekompakan dan mempertahankan nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan desa.

"Kalau kita sepakat, insyaallah tahun 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya," kata Egi.

Bagi Egi, pengalaman menaiki bade raksasa tersebut menjadi momen yang sangat berkesan. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi adat seperti itu dan merasakan langsung makna penghormatan yang diberikan masyarakat Balinuraga.

"Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya saya mengikuti prosesi seperti ini. Perasaan saya campur aduk antara haru, bangga, dan bahagia. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang terus menjaga tradisi dan budaya ini," ujarnya.

Menurut Egi, kekayaan budaya yang masih terpelihara, semangat gotong royong masyarakat, serta tingginya kepedulian terhadap adat istiadat merupakan modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Potensi tersebut dinilai tidak hanya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap memberikan dukungan melalui peningkatan infrastruktur menuju desa, penataan kawasan, hingga penguatan ekosistem pariwisata.

Namun demikian, Egi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa wisata hanya dapat tercapai apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, keindahan desa, dan kelestarian budaya.

"Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Balinuraga semata, melainkan aset berharga Lampung Selatan yang memiliki nilai strategis sebagai daya tarik wisata sekaligus warisan yang harus dijaga lintas generasi.

Sementara itu, salah seorang panitia yang terlibat dalam pembangunan bade, Wayan Mantra, mengatakan bahwa keputusan mengarak Bupati Lampung Selatan di atas bade merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga," ujar Wayan Mantra.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan pemuka adat setempat.

Perpaduan antara prosesi Ngaben Massal yang megah, penghormatan adat kepada kepala daerah, dan komitmen membangun desa wisata berbasis budaya menjadikan perhelatan tahun ini bukan hanya sebuah upacara keagamaan, tetapi juga titik awal lahirnya visi baru bagi Balinuraga.

Dari desa yang berhasil menjaga tradisi, Balinuraga kini menatap masa depan sebagai destinasi wisata budaya yang diharapkan mampu menjadi ikon baru Kabupaten Lampung Selatan. (Kmf)

Bupati Lampung Selatan Hadiri Ngaben Massal di Balinuraga

    Agustus 07, 2026   No comments


LAMSEL, Way Panji - Ribuan warga memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, saat prosesi puncak Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal berlangsung khidmat dan megah, Jumat (7/8/2026).

Di tengah lautan manusia yang mengiringi bade menuju setra, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut menyaksikan secara langsung kemegahan tradisi yang dikenal sebagai salah satu Ngaben terbesar di Indonesia.

Kehadirannya menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Ngaben Massal Balinuraga bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga aset budaya yang memperkaya keberagaman dan memperkuat jati diri daerah.

Bupati Egi menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi seperti Ngaben Massal merupakan kekuatan budaya yang harus terus dijaga bersama.

Menurutnya, kelestarian budaya hingga saat ini tidak terlepas dari komitmen masyarakat dalam merawat dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada setiap generasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri sekaligus melepas prosesi pengarakan bade atau bale tajuk menuju Tempat Pemakaman Umum (Setra) sebagai rangkaian puncak pelaksanaan Ngaben Massal di Desa Balinuraga.

Turut mendampingi Bupati Egi, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dan masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Balinuraga yang dinilai berhasil menjaga sekaligus mewariskan adat dan budaya secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Ngaben Massal tidak terlepas dari kuatnya persaudaraan dan semangat gotong royong yang terus dipelihara masyarakat.

"Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan yang sangat berharga bagi Kabupaten Lampung Selatan yang harus terus kita jaga bersama," ujar Bupati Egi.

Ia menambahkan, Ngaben Massal bukan semata prosesi adat dan keagamaan, melainkan juga menjadi simbol persatuan masyarakat. Hal itu terlihat dari hadirnya keluarga peserta upacara yang datang dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Pulau Bali.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bupati Egi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh keluarga peserta dan tamu yang hadir. Menurutnya, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya bangsa.

"Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan dalam menjaga warisan adat dan budaya yang kita banggakan. Desa Balinuraga telah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar, bukan hanya untuk melaksanakan upacara adat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama," katanya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan, Made Sugriwa, menjelaskan bahwa Ngaben Massal tahun ini diikuti 270 sawa, terdiri atas 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak. Pelaksanaan kegiatan juga didukung sekitar 500 panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga puncak acara.

Menurut Made Sugriwa, penyelenggaraan Ngaben Massal tidak hanya membawa makna spiritual dan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga, sehingga turut menggerakkan aktivitas usaha masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga. Kehadiran ribuan pengunjung tersebut turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan Ngaben Massal pada periode berikutnya dapat didukung dengan penataan yang semakin baik, khususnya dalam penyediaan fasilitas bagi tamu dari luar daerah. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.

Pelaksanaan Ngaben Massal Desa Balinuraga kembali menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang menjadi identitas Kabupaten Lampung Selatan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. (Kmf)

Bukan di Bali, Ngaben Massal Balinuraga Memikat Turis Italia dan Puluhan Ribu Pengunjung

    Agustus 07, 2026   No comments


DISKOMINFO LAMSEL, Way Panji - Lautan manusia memenuhi Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (7/8/2026).

Sejak pagi, puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah tumpah ruah mengikuti puncak prosesi Ngaben Massal yang dikenal sebagai tradisi Ngaben terbesar di Indonesia.

Di tengah kerumunan itu, tampak pula seorang wisatawan asal Italia yang rela datang untuk menyaksikan secara langsung kekayaan budaya dan tradisi suci yang hanya dapat dijumpai di Indonesia.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran bagaimana Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang tidak hanya sebagai prosesi keagamaan umat Hindu, tetapi juga sebagai daya tarik budaya yang mampu mengundang perhatian masyarakat dari berbagai penjuru tanah air, bahkan hingga mancanegara.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ribu orang memadati puncak Ngaben Massal 2026 di Desa Balinuraga. Mereka datang dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Jakarta, hingga Pulau Bali untuk menyaksikan prosesi sakral yang sarat nilai spiritual, gotong royong, dan persaudaraan.

Antusiasme itu juga dirasakan Mirco, wisatawan asal Italia yang mengaku selalu menyempatkan diri berkunjung ke Balinuraga setiap kali berada di Indonesia.

Setelah sebelumnya menyaksikan perayaan Ogoh-ogoh, tahun ini ia akhirnya berkesempatan melihat langsung prosesi Ngaben Massal.

"Saya senang berada di sini. Orang-orangnya ramah dan selalu tersenyum. Di Italia tidak ada tradisi seperti ini. Saya sangat mencintai budaya Indonesia," ujar Mirco.

Bagi Mirco, Ngaben Massal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pengalaman budaya yang memperlihatkan eratnya hubungan masyarakat dengan tradisi serta kuatnya nilai kebersamaan yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kesan serupa juga datang dari Dewi, pengunjung asal Jakarta. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung prosesi Ngaben Massal dan tidak menyangka tradisi tersebut juga dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan.

"Awalnya saya pikir prosesi (ngaben) seperti ini hanya ada di Bali. Ternyata di Lampung Selatan juga ada dan menurut saya luar biasa. Budaya seperti ini sangat positif karena menunjukkan kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Saya senang sekali bisa menyaksikannya secara langsung," ungkap Dewi.

Sementara itu, Artini, warga Nusa Penida, Bali, sengaja datang ke Balinuraga untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal sekaligus mendoakan anggota keluarganya.

"Saya datang langsung dari Nusa Penida untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal dan mendoakan saudara-saudara saya yang ada di sini," tuturnya.

Tidak hanya menarik perhatian pengunjung, pelaksanaan Ngaben Massal juga memberikan kemudahan bagi umat Hindu yang mengikuti prosesi tersebut. Hal itu disampaikan Wayan Sudarto, peserta asal Kabupaten Mesuji.

Menurutnya, pelaksanaan secara massal membuat prosesi menjadi lebih ringan, baik dari sisi biaya maupun pelaksanaan karena seluruh rangkaian telah dikelola oleh desa adat.

"Di sini masyarakatnya kompak. Prosesi Ngaben Massal sudah ditangani oleh desa adat sehingga kami merasa lebih mudah. Karena dilaksanakan secara massal, biayanya juga lebih ringan," kata Wayan.

Beragam testimoni dari pengunjung maupun peserta memperlihatkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah melampaui makna sebagai tradisi adat semata. Prosesi ini menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang masyarakat yang dipersatukan oleh penghormatan terhadap budaya, nilai kemanusiaan, dan semangat kebersamaan.

Kehangatan masyarakat, kekompakan warga, serta kemegahan prosesi yang berlangsung khidmat meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang hadir.

Dari warga sekitar, masyarakat lintas provinsi, hingga wisatawan mancanegara, semuanya menjadi saksi bahwa Balinuraga mampu menghadirkan sebuah tradisi budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Lampung Selatan.

Ngaben Massal Balinuraga pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat luas. Lebih dari sekadar upacara keagamaan, tradisi ini menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan sekaligus membawa nama Kabupaten Lampung Selatan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Kmf)

Kamis, 06 Agustus 2026

Perbaikan Jalan RA Basyid Segera Dimulai, Pemkab Lampung Selatan Pastikan Mobilitas Warga Lebih Aman dan Nyaman

    Agustus 06, 2026   No comments


 Kalianda - Harapan masyarakat agar Jalan RA Basyid di Kecamatan Jati Agung segera diperbaiki kini mulai terjawab. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan penanganan ruas jalan tersebut telah dipersiapkan dan akan segera memasuki tahap pelaksanaan.

Jalan yang menjadi salah satu akses utama penghubung Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung itu dipastikan akan segera diperbaiki setelah anggaran penanganannya dialokasikan pada Tahun Anggaran 2026 dan proses kontrak pekerjaan telah selesai.

Selama beberapa waktu terakhir, kondisi Jalan RA Basyid menjadi sorotan masyarakat karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Lubang-lubang yang cukup dalam dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Bahkan, di beberapa lokasi warga memasang ban bekas sebagai penanda agar pengendara lebih waspada dan terhindar dari kecelakaan.

Sebagai jalur penghubung yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan bertonase besar, ruas jalan tersebut memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.

Kepadatan lalu lintas biasanya meningkat pada sore hari ketika masyarakat kembali dari tempat kerja maupun aktivitas lainnya, sehingga kondisi jalan yang rusak kerap menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi pengguna jalan.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan ruas jalan tersebut pada tahun 2026.

Hendry mengatakan, berdasarkan data yang diterima Dinas Kominfo dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, penanganan jalan tersebut berada pada Ruas Jalan Karang Sari-Batas Bandar Lampung yang merupakan jalan kabupaten dengan Nomor Ruas 201 dan memiliki total panjang 4,47 kilometer.

Ia merinci, dari total panjang ruas jalan tersebut, sepanjang 450 meter berada dalam kondisi baik, 1.600 meter berkondisi sedang, 2.090 meter mengalami kerusakan ringan, dan 330 meter masuk kategori rusak berat.

"Pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.130.985.584 untuk rehabilitasi ruas jalan tersebut dengan target penanganan sepanjang 750 meter menggunakan konstruksi AC-WC," ujar Hendry, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut Hendry menyampaikan, pekerjaan rehabilitasi jalan itu kini telah memasuki tahapan pelaksanaan administrasi. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menandatangani kontrak dengan penyedia jasa CV. Bintang Artha Nagendra melalui Nomor Kontrak 118/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2026 tertanggal 30 Juli 2026.

"Saat ini penyedia jasa sedang melakukan persiapan untuk memulai pekerjaan di lapangan," kata Hendry.

Hendry memahami tingginya harapan masyarakat agar seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki. Namun demikian, ia mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini harus melakukan penyesuaian skala prioritas sebagai dampak dari keterbatasan anggaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Karena itu, penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan ruas-ruas yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, serta manfaat bagi masyarakat.

"Keluhan masyarakat menjadi perhatian kami. Pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung agar pembangunan berjalan lancar. Dengan dimulainya perbaikan ini, semoga kondisi Jalan RA Basyid semakin baik sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar," tutup Hendry. (Kmf)

Penerbit

PT. Intermedia Maju Bersama Email : redaksisibernusantara@gmail.com Contact Person : 0856-0918-5520 Alamat Redaksi: JL. Laksamana Malahayati nomor 88, Teluk Betung. Marketing Jalan Sultan Agung, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung

Tentang Kami

Siber Nusantara Portal Berita Online
© 2022 Siber Nusantara. Designed by Goodssh
Proudly Powered by Goodssh.